Rabu, 08 Februari 2012

Luna Maya Versus Jejaring Sosial 12 comments


Tidak mengerti kenapa banyak orang yang ingin menjadi artis. Dengan berbagai cara orang melakukan segalanya demi mendapat predikat artis. Apa sebenarnya kebanggaan menjadi artis? Populer? Dikenal banyak orang? Derajat naik?
Ya, menjadi seorang artis memang dikenal oleh banyak orang dan menjadi idola. Tapi dibalik itu semua perlu diperhatikan bahwa menjadi seorang artis artinya harus siap mental. Diomongin banyak orang, dihina, dan mungkin saja dijadikan contoh oleh fansnya.
Kasus yang baru saja menimpa artis cantik asal Bali, Luna Maya perlu menjadi pertimbangan seseorang untuk menjadi seorang public figure.
Video tidak senonohnya bersama pasangannya Ariel Peterpan menjadi tontonan publik. Bukan namanya saja yang tercemar. Keluarga dan kariernya pun ikut tercemar. Betapa tidak, video yang seharusnya menjadi konsumsi pribadi tersebar begitu cepat melalui situs jejaring sosial. Baik facebook, twitter, plurk dan berbagai media lainnya membicarakan Luna dan Ariel.
Terkadang jejaring sosial punya sisi positif tapi tidak menutup kemungkinan juga mengandung sisi negatif. Artis Luna Maya bukan kali ini saja terjaring masalah yang berhubungan dengan jejaring sosial. Sebelum kasus ini, sebelumnya artis Luna Maya pernah dikenakan kasus karena ucapannya yang tidak patut di contoh di akun twitternya. Di media itu Luna Maya menjelek-jelekkan pekerjaan wartawan.
Setelah kejadian itu sudah ditelan bumi, artinya tidak ramai diperbincangkan lagi, nama Luna Maya muncul ke permukaan dengan gosip yang cukup mengagetkan itu.
Mungkin bagi kebanyakan orang jejaring sosial cukup memberikan sisi positif bagi mereka. Tapi tidak untuk artis cantik Luna Maya. Artis sekaligus host acara musik ini namanya banyak tercoreng dan diperbincangkan di jejaring facebook. Sungguh sangat disayangkan sekali.
Bagaimana pun cara Luna Maya dan Ariel mengelak mengenai masalah ini, nama Luna Maya sudah tercoreng di masyarakat luas. Benar atau pun tidak video itu adalah benar mereka berdua, biar lah masyarakat yang menilainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar