Tampilkan postingan dengan label Cerita hot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita hot. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 September 2012

Cerita Seks Di Gedung Yang Enak




tumblr_lwsoun2xde1r1ux1wo1_500.jpg






Sebut saja namaku Kris. Aku adalah mahasiswa angkatan 2001 di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Malang dan sebagai pegawai swasta di sebuah PMA Malang. Saat ini usaiku 25 th. Aku mempunyai seorang cewek yang baru masuk kuliah. Usianya sekitar 5 tahun lebih muda dariku. Aku dan dia sudah berpacaran semenjak dia kelas II SMU, sebut saja namanya Dina. Perlu diketahui bahwa hubunganku dengan Dina kurang mendapat persetujuan dari orang tua Dina khususnya Ibu, namun walau demikian aku tak mau menyerah dan terus berhubungan dengan Dina.

Oh.. iya, kejadian yang akan kuceritakan ini kira-kira terjadi pada bulan Agustus 2002, saat itu aku sedang main ke rumahnya yang berada jauh dari kotaku, Malang, karena lokasi Dina ada di Surabaya. Setelah menempuh dua jam perjalanan, Aku pun sampai di rumahnya. Aku langsung ketuk pintu rumahnya.

"Permisi.. Dina.. ada?", ucapku pada orang tuanya.
Selanjutnya mereka memanggil namanya, tak lama kemudian Dina pun muncul dengan pakaian yang cukup seksi, dengan mesra Dina menyambutku dengan memeluk dan menciumku!
"Hai.. baru nyampe yah", ucapnya.
"Iya.. nih", jawabku.
Aku pun kemudian masuk ke rumahnya, disana hanya ada nenek serta adik-adiknya saja kerena ibunya berada di Jakarta.

Singkat cerita setelah ngobrol-ngobrol, Dina mengajakku pergi nonton ke bioskop 21 Surabaya. Aku hanya tersenyum menuruti kemauannya. Dalam perjalanan Dina senantiasa bergayut mesra di tanganku bahkan kadang-kadang Dina menciumku tanpa rasa risih sedikitpun. Jam 15.30 kami sudah sampai di bioskop yang kami tuju lalu kami memesan tiket dan sengaja memilih tempat paling pojok atas.
"Biar lebih enak", katanya.

Satu jam ruangan theater pun dibuka tanda pertunjukan akan segera dimulai, aku dan diapun segera masuk menuju ke kursi paling pojok atas, saling bergandengan. Walau baru masuk dan lampu masih terang, Dina sudah tampak begitu bernafsu. Itu terlihat dari sorot mata dan tindakan Dina yang sering "nyosor" menciumku. Ketika film dimulai maka lampupun dipadamkan sehingga petualanganpun kami dimulai.

Dalam keremangan kulihat Dina tersenyum manis terhadapku lalu dia berbisik padaku, "Say.. Aku cinta kamu.. peluk aku dong say..".
Akupun dengan tersenyum langsung merengguh Dina dalam pelukanku, entah siapa yang memulai bibir kamipun sudah bertemu dan melakukan French kiss, sungguh indah dan nikmat berciuman dengannya. Dina begitu pandai memainkan lidahnya.. kamipun mulai saling julur lidah dan saling melumat tak terasa desah indaHPun mulai kudengar dari mulut Dina
"Mmhh..", Dina melenguh pelan.

Segera bibirnya kulumat dengan panas. Lidahku menyusup ke dalam mulutnya yang agak terbuka, mengais-ngais lidah dan rongga mulutnya. Mulutnya mulai bereaksi membalas lumatanku.. cukup lama lidahku bermain dalam mulutnya. Tanganku yang mengelusi lehernya mulai turun menyusuri leher ke bawah menuju buah dadanya. Dari luar pakainnya, tanganku menggapai.. meraba dada kanannya lalu dada kririnya. Perlahan tanganku mulai meremas lembut buah dada tersebut.

"Mmhh.. hh..", Dina kembali melenguh pelan.
Sementara mulut dan lidahku kembali menyerang dengan ganasnya. Tanganku mulai menarik lepas ujung bawah pakainnya dari dalam celana dan menyusup masuk. Kusentuh lansung perutnya yang halus terus ke atas menuju dada kanan. Tanganku kembali meremas-remas dada dari luar beha. Sementara itu di atas Dina dengan panas mengimbangi kulumanku. Lidahnya tak mau kalah menyelusup ke dalam mulutku. Lidah kami saling membelit dengan mulut menghisap kuat. Tanganku bergerak melakukan belain mesra pada setiap lekuk tubuhnya. Kuremas punggungnya, rambutnya, lalu Tanganku mulai menyusup dari celah cup beha masuk menyentuh langsung dan membelai mesra buah dadanya.

Jariku mencari-cari puting payudaranya. Putingnya terasa mungil namun tegang mencuat. Kuelus?elus dengan jari sambil sesekali kupilin pelan. Lenguhan Dina semakin keras. Kualihkan serangan bibir dan lidahku ke lehernya yang halus.
"Oouhh..", erang Dina.Dinapun mulai mengerang kenikmatan. Kuremas susunya yang masih keras dan kenyal lalu ku coba melepaskan satu.. dua.. tiga kancing bajunya. Sekarang buah dadanya sudah terbuka. Dadanya begitu putih dan indah sekali, terbungkus beha ukuran 32 B warna krem berenda menutupi buah dada yang tidak begitu besar. Achh.. Aku sampai menelan ludah menyaksikan keindahan bukit yang ranum itu. Kutatap sejenak wajah Dina yang tampak merona merah menahan nafsu, kembali mulutku mengecupi leher dan belakang telinga, sementara tanganku sudah menyusup kebalik beha meremasi dan membelai mesra secara langsung bukit dada yang sudah mengembang tegang. Jariku memilin putingnya yang mungil.

"Oouuhh..", Dina melenguh sambil menggelinjang.

Tanganku terus bermain di bukit dadanya sebelah kanan kemudian berpindah ke dada kiri. Mulutku bergerak menyusuri leher, dengan jilatan panas dan basah terus menuju bawah. Kubelai dan kukecup buah dadanya dari atas behanya oh.. begitu halus sekali kulitnya. Kuremas buah dada itu dari balik behanya.
"Ouggh..", desisnya nikmat membuatku semakin bernafsu saja.

Sementara tanganku keluar dari dalam cup beha menyelinap dan mengelus-elus punggungnya yang halus. Kubuka kaitan behanya di punggung, lepas sudah. Kupandangi wajahnya, matanya terpejam. Terpampang lah keindahan yang sesungguhnya dan benar-benar elok.

Wow.. buah dadanya begitu putih, mulus, kencang, dihiasi puting kecil mungil berwarna kemerahan di kedua ujungnya. Walau memang tidak terlalu besar, bahkan cenderung kecil namun tampak sangat kenyal sekali bagai buah apel muda. Tapi justru itulah keindahannya. Buah dada yang tidak besar namun kencang seperti yang umumnya dimiliki gadis chinese, sungguh mendatangkan pesona bagai sihir yang sangat luar biasa dan tak pernah habis.

Perutnya rata, putih halus tanpa noda dihiasi dengan pusar yang indah. Mulutku segera mendarat di perut, lidahku menjilati pusarnya, bergerak terus ke atas dengan jilatan hangat menyusuri perut menuju dada kirinya. Sesampai di dada tidak langsung menuju pusat tapi mengitari lereng bukit dadanya dengan jilatan basah.
lalu dengan lembut ku kecup susu itu secara melingkar di setiap sisinya.
"Achh..oughh.. Mas..", Dina kembali mengerang.

Puas menyusuri lereng dadanya mulutku menuju puncak dadanya, lidahku menjilati putingnya dengan mesra. Kemudian mulutku pun langsung mengulum buah dada tersebut. Buah dada kiri itu segera hilang dalam mulutku. Mulutku langsung menyedot kuat sambil lidahku mengais-ngais putingnya. Di bawah, jariku sudah masuk ke dalam kemaluannya. Kugerakan maju mundur perlahan, terasa lubang itu semakin basah. Tanpa disadari tangan Dina pun mulai bergerilya melakukan remasan pada selakanganku hingga membuat penisku mulai berdiri.
"Aduhh.. ohh.. sstt..", Dina semakin mengerang.

Kembali kulumat dan kuremas habis buah dadanya yang wowww.. begitu kenyal dan nikmat, setelah puas kuturunkan ciumanku ke perutnya kusapu setiap jengkal halus kulitnya dengan juluran lidahku. Tanganku pun tak berhenti mengusap dan meremas setiap lekuk tubuhnya lalu dengan pasti kuremas selakangannya.
"Ehmm..", Dina menggelinjang mesra.
Kubuka resulting celananya dan sedikit kutarik kebawah.. lalu tanganku pun mulai merayap membelai selakangannya yang masih tertutup CD warna krem juga
"Aahh.. sstt.. acchh..", Dina terus mendesis tertahan menerima setiap rangsangan dariku.

Sementara itu tanganku sudah menyusup ke dibalik CDnya sambil tanganku mengelus-elus. Tanganku pun menyentuh bulu-bulu halus jembutnya yang tidak terlalu lebat. Terus bergerak ke bawah menuju pusat lubang kewanitaannya. Tampak Cdnya sudah mulai lembab basah. Jariku menggesek-gesek sesekali menekan dan meremas di mulut kewanitaannya.
"Ach.. mhh.. Mas", Dina mendesah.

Segera saja kukecup bibirnya agar desahannya tidak terlalu keras dan mengganggu penonton lain. Di bawah, tanganku tetap menggesek-gesek mulut kemaluannya sambil jari-jariku mulai membelai dan sesekali menusuk menerobos ke dalam lubang kenikmatannya sehingga menjadi semakin basah.
"Oohh.. Mas..", Dina kembali mendesah.

Tubuhnya menggeliat perlahan, terlonjak dengan pantatnya terangkat naik menhan geli dan nikmat karena takut menganggu penonton lain. Aku semakin bersemangat menyedot-nyedot buah dadanya dan jariku terus semakin cepat bergerak keluar masuk di lubang kemaluannya sambil ku gesek juga klitorisnya. Ada sekitar 5 menit aku mempermainkan buah dada dan lubang kemaluannya.

Hingga tak lama kemudian tiba-tiba tubuhnya menegang dibarengi dengan erangan tertahan. Kakinya kaku, lurus mengarah ke bawah. Pangkal pahanya menjepit tanganku. Tubuh Dina mengejang beberapa saat.
Kurasakan ada aliran cairan putih, kental dan hangat yang meleleh mengalir dari lubang kemaluannya dengan derasnya.
"Achh.. aku.. aku.. keluar.. sayang..", desisnya tertahan ketika orgasme.

Dina tergolek lemas dengan mata terpejam. Kukeluarkan tanganku dari dalam celananya yang basah. Lalu kupeluk dan kukecup mesra Dina, kucium jariku yang blebotan cairan putih kental yang tadi keluar dari memek Dina setalah melaksanakan tugasnya. Ohh.. harum sekali bau cairan memeknya itu!

Setelah beberapa saat istirahat, kurasakan tangan Dina mulai menjalar lagi membelai mesra dadaku lalu Dina mencium dan mengulum bibirku serta tangannya yang mulai meraba-raba penisku dan diusap-usapnya di dalam. Kemudian Dina mulai membuka resulting celanaku.. dan dikeluarkannya penisku dari sarangnya yang sudah keras dan berdiri tegak bagai rudal scud AS. Dibelai dan dikocoknya dengan mesra penisku.
"Oochh.." desisku tertahan.

Terasa bergetar seluruh syarafku, ngilu, geli bercampur nikmat kini kurasakan dari belaiannya pada penisku. Dina terus mengocok dan mengurut-urut penisku membuat penisku makin tegak berdiri lalu kulihat mukanya di turunkan ke arah selakanganku.. tak lama kemudian.. auchh.. terasa lidahnya dengan lembut mengusap helm penisku
"Uiich.." kembali aku mendesah.
 Rasanya bener-bener sulit dibayangkan lalu tanpa sadar ku tekan kepalanya agar lebih dalam lagi ke selakanganku hingga akhirnya penisku bener-bener masuk ke dalam mulutnya. Dina pun mulai menyedot, menghisap dan menjilati penisku di dalam mulutnya
"Ooh.. yess.. ohh..", Aku menahan nikmat.
Aku blingsatan dibuatnya namun aku terus bertahan agar tidak teriak dan terlalu banyak gerak, takut dilihat penonton lain.

Ahh.. bener-bener hebat dan nikmat apa yang dilakukan Dina.. tangannya pun tak tinggal diam, ikut mengurut batang penisku.. Lama-lama akupun tak tahan, diiringi desis nikmat dari mulutku keluarlah spermaku dalam mulutnya
"Sstt.. aahh.. oohh.. Din.. aku.. keluar.. oohh.. nikmat Din.. oohh.." seruku.

Dinapun terus menjilati dan menelan habis semua spermaku. Lalu kuangkat mukanya dan kucium bibirnya yang masih ada sedikit spermaku, kukulum lidahnya, kuremas buah dadanya.. dengan nikmat.. lalu ku ucapkan, "Terima kasih Dina.. terima kasih sayang"!
Dina tersenyum dan kembali mengecupku.. mesra. Aku dan Dina pun segera merapikan pakaian kerana film akan segera habis. Benar saja.. baru saja kami selesai dan merapikan pakaian, lampu menyala terang benderang.. aahh untung.. udah selesai..! Andaikan tadi lagi tanggung tak dapat dibayangkan.. betapa malunya kami.

Lalu kamipun pulang dengan perasaan senang dan bahagia apalagi aku sampai pulangpun aku masih kerkenang peristiwa tadi.

Akibat Nonton Filem Bokep







Perkenalkan nama gw Rio umur gw 18 Tahun, gw sekolah di SMU Negeri di Jakarta Selatan sekarang gw udah kelas 3 dan dikit lagi pengen menempuh Ujian Nasional tapi itu masih lama, masih ada 4 bulan lagi ngehadapin UN. Sekarang lagi liburan sekolah karena abis Ujian Akhir Semester dan gw liburan hanya dirumah aja karena bokap dan nyokap gw sibuk dengan pekerjaan mereka yang padet banget paling kalo ada waktu luang saat libur nasional aja, itu aja Kalo mereka gak ada janji sama rekan kerja mereka jadi lah gw sendiri trus di rumah. Kalo dirumah paling cuman maen Basket juga Berenang dan ngajak temen temen gw maen Futsal di Senayan. Kalo udah bosen paling ngenet dirumah trus tidur deh.Dasar anak SMU banget, gw paling males jalan ke Mall kalo alasannya cuman mau nongkrong soalnya gw paling gak suka sama kegiatan yang bikin bosen itu. Pagi hari pas pertama kali libur sekolah gw udah bt karena nyokap dan bokap gak ngijinin gw tuk jalan jalan sama temen sekolah gw ke BALI tuk tahun baruan. ?Mam? Rio mau jalan sama temen ke BALI lusa tinggal beli tiket doang ma, bolehnya ?? ?Duh.. Rio kamu mau ngapain di BALI disana juga lagi ada musibah kan!Kamu tahu kan Gelombang di pantai lagi tinggi tingginya jadi mama gak setuju kamu ke BALI mendingan kamu disini aja sama temen temen kamu, kamu boleh deh bakar bakaran kaya tahun lalu. ? ?Mam? disini udah gak ada temen lagi mam.., meraka udah pada ke BALI hari ini makanya Rio mau nyusul mereka ma!bolehnya ?? ?Duh? kamu Rio kamu kan sudah besar kamu harus turut kata Mama dong!Papa sama Mama sibuk banget ne kejar target tuk akhir tahun ? seru bokap gw sambil ngotak- atik Laptop kerja dan tangannya sambil mau nelpon. ?Tuh kamu dengar kan nak!Papa aja gak setuju kalo kamu mau ke BALI! Pokoknya setelah Mama dan Papa selesain kerja ini semua kita akan berlibur di BALI dan kamu mau apa aja mama dan papa akan beliin deh asal kamu tahan nafsu kamu untuk Ke BALI sekarang gimna !? Seru nyokap gw sambil ngelus kepala gw ?Em?. oke deh!? Seru gw seneng tapi dihati cembetut juga kesel banget ?Good!Nice Boy!?Seru bokap gw sambil nutup laptop dan jalan keluar rumah tuk berangkat kerja. ? Oh? iya Rio bilang sama Bibi nanti masaknya agak lebih banyak soalnya nanti ada client Papa mau nginep disini dan bilang juga sama Bibi makanannya yang enak enaknya !? ?Ok bos!? ?Pa? tunggu Mama dong!?Seru nyokap sambil mencium kening gw dan keluar menuju mobil. Setelah nyokap dan bokap pergi kekantor gw langsung ke dapur dan kasih tahu pesen Bokap ke Bibi. ?Bi!Kata Papa nanti masaknya yang enak juga spesial soalnya ada tamu Papa! Oh iya Bi jangan lupa beres beres tuk kamar tamu soalnya,tamu papa mau nginep Bi!Jangan lupanya Bi !? ?Oke den Rio!Sekarang Bibi kepasar dulu!? ?Ya udah, oh iya Bi! ada Mas Herri gak?? ?Ada den! Herry lagi cuci Mobil aden!? ?Ya udah!? Seru gw ke bibi dan gw langsung pergi ke halaman depan mau bilang ke Mas Herri kalo kolam renang harus dibersihin soalnya nanti ada tamu, kan gak enak kalo ada tamu rumah kotor!hehehe. Oh iya Bibi dirumah gw itu namanya Bi Hasnah dan Mas Herri itu dirumah sebagai satpam,tukang kebun juga semua semua yang berat deh. Bi Hasnah itu umurnya udah 50an lah dan Bibi Hasnah itu udah kerja sama keluarga gw udah sejak Nyokap dan Bokap Nikah dan Kalo Mas Herri ini kira kira masuk kerja pas gw kelas 3 SMP deh dan umurnya Mas Herri ini 27 Tahun masih muda tapi belum mau kawin, nyokap udah nyuruh Mas Herri kawin tapi dia bilang. ? Tunggu Tahun depan Nyonya uangnya belum terkumpul banyak!? Kata mas Herri ke nyokap dan nyokap gw ketawa aja, pokoknya di rumah gw itu semua udah jadi satu keluarga. ?Mas nanti kolam renang tolong bersihinnya soalnya nanti ada tamu Papa mau nginep disini, kan kolam udah kotor tuh! tolong dibersihinnya Mas!Oh iya Mas Her pas mas bersihin Mobil Saya ada CD Judulnya X2 gak di dalam mobil?? ?Wah den!Saya baru ngebersihin luarnya aja tuh! Nanti den saya cari CDnya deh, emang isi CDnya apa den ??seru Mas Herri sambil senyum kearah gw! ? Isi CDnya juga belum tahu mas soalnya itu punya temen yang ketinggalan di mobil!Mang Mas Herri pikir apa?Je ? kotor pikirannya! Udah mas kawin deh cepet !? Seru gw sambil ketawa dan kedalem rumah ?Duh aden ngeledek ne!? seru Mas Herri sambil nyipratin busa kearah gw dan gw cepet kabur ?.. Setelah gw ngeledek Mas Herry gw kebelakang rumah mau olah raga dan gw ambil bola basket dan langsung kebelakang maen basket. Lagi asik asiknya maen basket mas Herri dateng dan nepak bola basket gw yang lagi gw shut ke arah ring dan bolanya kelempar ke kolam renang! ?Ya bolanya masuk kekolam renang deh!?ledek mas herri sambil ketawa ?Wah sialan loe mas!gw lagi asik maen basket ne !? ?Ya siapa suruh tadi ledekin Mas!? ?Oh bales dendam ne!Ok kalo gtu!? Seru gw dan Mas Herri senyum senyum doang sambil kedua telapak tangannya ngasih salam kaya orang sunda gtu!susah ngejelasinya pokonya kay gtu deh!. ?Mas ambil dong bolanya!gw mau maen ni!? ?Loh katanya musuh ambil sendiri dong!Kan bisa berenang !?ledek Mas Herri ke gw ?Ya udah awas aja loe nanti Mas gw bales !?seru gw sambil ngepal ke arah dia dan mas herri berlagak nangkis dan tersenyum. Akhirnya gw lepas baju gw yang udah keringatan dan gw langsung lompat ke kolam yang kotor banyak daun daunan dan Byur ? suara badan gw menghantam air kolam dan langsung gw ambil bola basket gw dan gw berenang ke bibir kolam renang pas gw naik, Mas Herri nyeletuk sambil ketawa ke arah gw, ? Emang kalo pagi bawaanya nafsunya tinggi pangilan pagi aja belum kelar kelar ? ?Maksudnya apa sih mas!? ?Tuh den punya aden lagi bangun gede banget tuh!? gw denger kaya gtu kaget dan pas gw liat gw lagi telanjang bulet dan kontol gw lagi konak gara gara bawaan pagi hari dan gw cepet nutupin kontol gw yang gede dengan bola, pas gw liat ke kolam celana gw lagi pengen tengelam didasar kolam. Gw emang gak pernah pake celana dalam kalo dirumah apalagi kalo mau tidur itu adalah kesuakaan gw. ? Ye? seneng banget loe mas!awas loe bener bener gw bales semua ne gara gara loe mas!coba gka loe buang bolanya pasti gak bakal gini ? ?Ye? kok salahin mas sih! salah aden dong kenapa celananya gak dikencengin dulu dan salah aden kenapa gak pake celana dalem !? ?Seterah gw dong hak gw!?seru gw sambil natap mas Herri kesel dan muka gw memerah karena malu, untung aja dirumah cuman ada gw sama mas herri aja soalnya bibi lagi kepasar. Setelah gw kesel keselan sama Mas Herri gw langsung masuk kedalam rumah sambil telanjang bulet sambil nutupin kontol gw dengan bola basket dan pantat gw gw tutupin pake tangan gw malu gila! ?Mas malu dong!hehehe?seru Mas Herri nyamperin gw yang lagi jalan ke dalam rumah sambil basah basahan, gw langsung ke belakang ambil handuk gw dan gw langsung handukan. Setelah gw handukan bola basket yang gw pegang gw lempar kearah mas herri dan dia langsung nangkep ?Je?. masih ngambek!? ?Diem agh Mas!? seru gw kesel sambil jalan ke arah kamar gw dan pas gw naik tangga tangan mas Herri narik handuk gw dan handuk gw pun lepas dengan keadaan gw telanjang gw jatuh dibadan mas herri dan muka gw dan muka dia berhadapan dan paling gw kaget bibir gw dan bibir mas Herri saling nempel. Gw diem sejenak sampai gw terasa kalau kontol gw konak dan gw langsung bangun dari tubuh mas herri dan ngedumel ?Ngapain sih mas ngelakuin kaya gini nyari bahaya aja tau gak sih !?seru gw kesel sambil ngambil handuk gw dan gw handukan ?maff den saya cuman becanda!? seru mas herri sambil menyeluput lidah dibibirnya ? becanda loe mas gak lucu!?seru gw sambil naik ke kamar gw dan mas herri nyusul ke kamar gw sambil mohon maaf karena bercandaanya bikin gw kesel. ? Den rio maffin saya den!saya cuman becanda doang!?seru mas herri sambil narik tangan gw dan berlutut kaya mau sungekman, tindakan mas Herri ne gak wajar buat gw dengan sungkeman kaya gini biasanya mas herri tahu kalo gw cuman boongan doang kalo marah ke dia tapi ne kaya beneran. ? Mas Her? apa apaan sih, awas agh..? ?Maffin Mas herri dulu den !? Seru mas herri sambil megang paha gw yang terselimuti handuk dan tiba tiba aja handuk gw melorot dan kontol gw yang konak ada didepan muka Mas Herri. Mas herri yang ngeliat keadaan kontol gw yang konak tanpa gw kira kontol gw dipegang dan disepong sama Mas herri dengan cepat dan seluruh batang juga kepala kontol gw juga biji peler gw juga. Gw kaget, ?Mas jangan, apa apa sih agh? agh?. mas!? seru gw tapi gw menikmati apa yang dikasih mas Herri saat itu sampai akhirnya gw menikmati sepongan Mas herri ke kontol gw dan ini pertama kali gw disepong dan ngelakuan seks sejenis dan saat mas Herri menikmati komtol gw, gw langsung ngelepas kontol gw dari mulut Mas herri ?kenapa den?aden suka kan!? ?egh??anguk gw ?trus kenapa aden lepas, aden gak mau!? ?Kunci kamarmnya mas!? Seru gw dan mas herri kaya nerima perintah dan langsung dilakukan dan tubuh gw langsung ditindih oleh tubuh mas herri yang cukup atletis dengan otot tangan yang mulai terbetuk dan muka mas herri berhadapan dengan muka gw ?Ini yang mas Herri tunggu dari dulu!? ?Apa mas?? ?Mau menikmati tubuh aden yang bersih ini!? ?Nah mas sekarang Rio udah ada di depan mas herri sekarang lakuin lah!? seru gw mancing mas herri sambil memejam kan mata. Langsung mas herri mencium bibir merah gw dengan nafsu dan gw pun menikmati ciuman sejenis ini dan gw juga binggung kenapa gw dapet menikmati ciuman ini padahal gw lagi suka sama temen cewek di sekolah gw, tapi gw buang rasa itu dan gw menikmati permainan ciuman mas herri. Bekas kumis yang dicukur menyentuh kulit pipi gw dan gw bertambah nafsu dan gw peluk erat tubuh mas herri yang masih pake kaos dan celana. Tubuh gw dicium sama Mas herri mulai dari kepala, leher, pentil gw, ketek, perut, sampe ke kontol gw dan biji gw sampai dubur gw pun dijilatin sama Mas Herri. ?Mas kenapa mas jilatin ketek dan dubur Rio, agh?. agh?? ?Enak banget den!Mas suka sama bau badan den Rio!? ?agh? mas? herr!!agh? trus mas Rio suka!?seru gw ke mas Herri yang lagi nyepong kontol gw yang cukup panjang sekitar 17 cm dan gedenya tiga jari tangan gw. ?sluprs? sluprs? sluprs??suara sepongan mulut Mas herri yang didalamnya ada kontol gw ?Mas buka bajunya dan celananya dong agh?. agh?. Rio juga mau liat!agh? agh?? akhirnya Mas herri buka baju dan celana yang dipakai sambil nyepong gw dan mas Herri langsung ngasih kontolnya ke arah gw dan gw sama Mas Herri main 69 dan saat gw liat kontol Mas Herri yang gedenya kaya botol coca cola dan panjangnya kira kira 20 cm hal itu bikin gw panik dan takut karena ini pertama kali gw nyepong kontol. ? Kok diliatin aja den!isep aja nanti juga suka malah nambah!?seru Mas Herri sambil nyepong lagi ?Iya mas?agh? agh?!!? gw beraniin diri nyepong kontol gede ini saat gw jilat ada rasa asin diujung lobang mungkin itu namanya percum dan gw menikmati aroma jantan Mas Herri dan langsung gw embat kontol gede itu ?Sluprs? Slurps?. sluprs?. ? suara mulut gw ngejilat kontol gede Mas Herri dimulut gw tapi gak masuk semua soalnya gede banget gw gak tahan banget akhirnya gw emut kepala yang merah keunguuan dengan nafsu dan Mas herri semakin cepat nyepong kontol gw terkadang emut biji peler gw dengan rakus, ?mas? agh? egh?. Rio? agh? gak tahan mau keluar agh? mas?. Rio keluar?.!Agh? agh?.? Air mani gw masuk kedalam mulut Mas Herri dan masuk kedalam tubuh Mas Herri semua. Mas herri masih aja nyepong kontol gw yang mulai lemes dan masih ngeluarain air kenikmatan gw masih nyepong kontol Mas Herri yang gede itu didalam mulut gw dan Setelah kontol gw lemes Mas herri maksain kontol gw trus bangun dengan nyepong dan nyedot nyedot sampai akhirnya kontol gw bangkit lagi dan lebih kenceng dan Mas Herri semakin beringas nyepongnya dan Saat gw nyepong kontol Mas Herri tiba tiba aja kontol Mas Herri berdenyut kecang dan panas. Crot.. crot.. crot? crot? air mani Mas Herri masuk kedalam mulut gw dan banyak banget sampe gw kesedek dan gw lepasin kontol Mas Herri yang lagi ngeluarin air mani yang masih banyak dikasur gw namun langsung gw buru buru gw sepong kontol Mas Herri dan air mani yang asin sedikit manis masuk kedalam mulut gw dan gw telen semua, awal rasa yang aneh muncul tapi itu gw buang jauh jauh dengan terus menikmati kontol Mas Herri yang masih konak aja padahal udah keluar. ?Mas udah agh? agh? Rio mau pergi agh.. agh? mas lepasin kontol gw agh?!? seru gw ke Mas Herri dan Mas Herri begitu kecewa disuruh ngelepasin kontol gw dar mulut dia. ? kenapa Den?aden gak mau!? ?Gak mas, gw udah ada janji sama Abi juga sama temen temen gw mau jalan!kalo mau nanti aja kalo gak kapan deh lagi !?seru gw sambil bangun dan duduk disamping Mas Herri dan memeluk tubuhnya sambil megang kontol yang masih tegak berdiri dan sambil mencium leher Mas herri. ?Ya udah den, tapi aden harus ngeluarin dulu air kenikmatan punya aden di badan Mas sambil aden ngocok!boleh kan den !? seru Mas Herri ke gw dan gw menganggukkan kepala berarti setuju dan gw coli didepan muka Mas Herri terkadang gw masukin kedalam mulut Mas Herri dan Mas Herri gak mau ngelepasin dan malah coli pake mulut hot Mas Herri dengan beringas Mas Herri nyoliin kontol gw dengan mulutnya dan Crot ? crot? crot? crot?. semburan air kenikmatan kedua gw semua ditelan sama Mas Herri dan gw langsung ninggalin Mas Herri sambil coli sendiri ditempat tidur dan gw mandi bersihin badan. Sekitar 10 menit gw didalam kamar mandi dan udah wangi gw keluar kamar mandi dan gw masih ngeliat Mas Herri masih menikmati air mani yang masih ketinggalan di seprai gw. ?Den udah selesai!wangi banget den, bikin tambah nafsu !?seru Mas Herri sambil mendekat dan mencium aroma tubuh gw ?Eit? Gw udah bersih jangan loe kotorin lagi ntar malah bau kenikmatan !?seru gw sambil megang kontol mas Herri dan langsung menuju lemari dan gw berpakaian lalu gw ngambil hp. ? Mas kunci mobil dimana??Seru gw sambil ngaca, dan jawab Mas Herri ? Ini disini ambil dong!?Kata mas Herri sambil nunjuk kearah kontol gede yang ada gantungan kunci mobil gw, dan gw dateng sambil jongkok dan ngemut kontol mas Herri dan gw dapetin kunci mobil gw ? Dasar Mas Herri!Mas tolong bersihinnya jangan sampe ada bau kenikmatan yang tertinggal nanti Mama dan Papa tahu apa yang kita lakuin !? ?Oke deh!? Setelah semua yang gw dapetin udah ada ditangan gw langsung caou pergi ketempat temen gw yang entah siapa yang akan gw datengin,sebenernya gw boong sama Mas herri mau pergi sama temen tapi karena gw takut ada kejadian yang bikin gw tambah kacau dan malah bikin gw tambah parah gw langsung ngejauh dari rumah. Gw keluar cuman dengan celana jeans kaos juga jaket yang gak pernah gw tinggalin, gw langsung ketempat temen gw yang didaerah depok yang rumahnya diperumahan yang cukup wah untuk didaerah depok.Setelah gw pikir pikir kenapa gak ketempat Abi aja kan rumahnya di perumahan itu juga akhirnya gw ketempat Abi. Jarak dari rumah gw kedepok sekitar satu jam karena daerah depok dengan rumah gw begitu jauh dan macet pula, dalam perjalanan gw Nonton tv dimobil saking bosennya gwNonton akhirnya gw buka album film gw dimobil pas gw bongkar bongkar kaset X2 itu ada ditempat album lagu. CD X2 itu punya Abi temen Tim Basket gw, Abi itu idola cewek disekolah selain gw!hehehehe Saat gw inget Abi gw inget dengan lekuk tubuh atletis yang udah berbentuk dan aroma tubuhnya yang hot banget bikin gw konak dan tambah nafsu lagi

Sabtu, 01 September 2012

Bercinta Dengan Suami Temenku Sendiri







Namaku Ratih, asalku dari Surabaya. Umurku 26 tahun dan sudah lulus dari sebuah universitas terkenal di Yogyakarta. Selama kuliah aku punya teman kuliah yang bernama Iva. Iva adalah teman dekatku, dia berasal dari Medan. Kami seumur, tinggi kami hampir sama, bahkan potongan rambut kami sama, hanya Iva pakai kacamata sedangkan aku tidak. Kadang-kadang teman-teman menyebut kami sebagai saudara kembar. Kami juga lulus pada saat yang bersamaan. Satu-satunya yang berbeda dari kami ialah selama setahun kuliah terakhir, Iva sudah bertunangan Dengan Ari, seorang kakak kelasku sedangkan aku masih berpacaran Dengan Andy, juga kakak kelasku. Salah satu persamaan lainnya ialah bahwa saat lulus itu kami sama-sama sudah tidak perawan lagi. Kami saling terbuka dalam hal ini, artinya kami saling bercerita mulai dari hal-hal yang mendalam misalnya tentang perasaan, kegelisahan dan hal-hal lain tentang kami dan pacar-pacar kami. Atau terkadang tentang hal- hal yang nakal misalnya bagian- bagian erotis atau ukuran vital dari pacar-pacar kami, sehingga darinya aku tahu bahwa milik Ari lebih panjang 3 cm dibandingkan milik Andy. Dengan lugas kadang- kadang Iva bercerita bahwa dia tidak pernah merasakan seluruh panjang batang milik Ari, diceritakannya pula bahwa Ari tidak pernah bisa lebih lama dari 3 menit setiap kali berhubungan badan Dengannya. Meski begitu dia selalu merasa puas. Kadang-kadang aku merasa iri juga Dengan anugrah yang didapat Iva. Meskipun sebenarnya 15 cm milik Andy pun sudah cukup panjang, tapi membayangkan 18 cm milik Ari terkadang cukup membuatku gundah. Belum lagi aku mengingat- ingat tak pernah Andy sanggup bertahan lebih lama dari hitungan menit, mungkin karena aku dan Andy selalu melakukan pemanasannya lama dan menggebu-gebu (kadang-kadang malah aku atau Andy sudah lebih dulu orgasme pada tahap ini), jadi ketika saat penetrasi sudah tinggal keluarnya saja. Meskipun kadang- kadang cukup memuaskan tetapi rasanya masih saja ada yang kurang. Belum lagi secara fisik, Ari lebih baik dari Andy dari penilaian obyektifku. Semua perasaan itu tersimpan di diriku sekian lama selama aku masih sering berhubungan Dengan Iva, yang artinya juga sering bertemuDengan Ari. Tepat sebulan setelah lulus, Iva menikah Dengan Ari. Lalu mereka berdua pindah ke Medan, sedangkan aku Sendiri bekerja di sebuah perusahaan multinasional di Yogyakarta. Beberapa lama kami sering berkirim kabar baik lewat email maupun telepon. Iva sering menuliskan apa saja yang sudah dilakukannya dalam kehidupan Suami istrinya. Diceritakannya betapa sering mereka berdua berhubungan intim, sebulan pertama jika dirata-rata bisa lebih dari 1 kali sehari. Dengan nada cekikikan sering juga diceritakannya bahwa memang milik Ari terlalu panjang untuk kedalamannya, bahwa semakin lama Ari semakin tahan lama dalam melakukannya yang oleh karenanya mereka sering terlambat bangun pagi karena semalaman melakukannya sampai dini hari. Juga Dengan nada menggoda, diceritakannya betapa hangat semprotan sperma di dalam liang kemaluan. Cerita yang terakhir ini sungguh merangsangku, karena meskipun telah melakukannya, aku belum pernah merasakan hal itu. Selalu Andy mengeluarkan spermanya di luar atau dia memakai kondom. Di perut atau paha memang sering kurasakan hangatnya cairan itu, tetapi di dalam liang kemaluan memang belum. Singkat kata semakin banyak yang diceritakannya semakin membuatku ingin segera menikah. Masalahnya Andy masih ingin menyelesaikan studi S2-nya yang mungkin kurang dari setahun lagi selesai. Beberapa bulan kemudian Iva mengabarkan bahwa dia sudah hamil sekian bulan. Semakin bertambah umur kandungannya semakin sedikit cerita-cerita erotisnya. Ketika kandungan sudah beranjak lebih dari 7 bulan, dia bercerita bahwa mereka sudah tidak pernah berhubungan seks lagi. Kadang-kadang dia bercerita bahwa sesekali dia me-masturbasi- kan Ari, karena meskipun secara klinis mereka masih boleh berhubungan seks tapi mereka khawatir. Jadi Ari terpaksa berpuasa. Sekian bulan kemudian lahirlah putra pertamanya, Iva mengabarkan kepadaku berita gembira itu. Kebetulan sekali perusahaanku mempunyai kebijaksanaan adanya liburan akhir tahun selama dua minggu lebih. Sehingga aku memutuskan untuk pergi ke Medan untuk menjenguknya. Andy terpaksa tidak bisa ikut karena dia sedang hangat-hangatnya menyelesaikan tesisnya. Jadilah aku pergi Sendirian ke Medan dan segera naik taksi menuju rumahnya. Rumah Iva adalah sebuah rumah yang besar untuk ukuran sebuah keluarga kecil. Rumah itu adalah hadiah dari orang tua Iva yang memang kaya raya. Letaknya agak keluar kota dan berada di dekat area persawahan Dengan masih beberapa rumah saja yang ada di sekitarnya. Ketika aku datang, di rumahnya penuh Dengan keluarga- keluarganya yang berdatangan menjenguknya. Ari sedang menyalami semua orang ketika aku datang. ? Ratih, apa kabar? Sudah ditunggu- tunggu tuh!? dia memelukku Dengan hangat. Kemudian dia mengenalkanku kepada keluarga-keluarga yang datang. Aku pun menyalami mereka satu persatu. Mereka ramah-ramah sekali. Ari bercerita bahwa aku adalah saudara kembarnya Iva selama kuliah. Keluarganya saling tersenyum dan berkomentar sana sini. Sekian saat berbasa basi, Ari segera mengantarku masuk rumah dan langsung menuju kamar Iva. Tampak Iva lebih gemuk dan di sampingnya tampak bayi lucu itu. ? Iva sayang, apa kabar?? aku mencium keningnya dan memeluknya hangat. ? Sudah siap-siap begituan lagi ya?? aku berbisik di telinganya yang dijawabnya Dengan cubitan kecil di lenganku. ? Sstt.. harus disempitin dulu nih!? dia menjawab Dengan berbisik pula sambil menggerakkan bola matanya ke bawah, aku tertawa. Singkat kata, hari itu kami isi Dengan berbasa-basi Dengan keluarganya. Aku akhirnya menginap di rumahnya itu karena semua keluarga menyarankan begitu. Iva dan Ari pun tak keberatan. Aku diberi kamar yang besar di ujung ruangan tengahnya. Rumahnya mempunyai 6 kamar besar Dengan kamar mandi Sendiri dan baru satu saja yang telah diisi olehnya dan Ari. Hari itu sampai malam kami isi Dengan mengobrol di kamarnya menemani sang bayi yang baru saja tidur. Sementara Ari menyelesaikan tugas-tugasnya sebagai dosen di ruang kerjanya. Akhirnya aku menyarankannya istirahat. ? Sudah kamu istirahat dulu deh Va!? ?He eh deh, lelah sekali hari ini aku! Kamu masih suka melek sampai malam ?? ?Iya nih!? ?Itu ada banyak film di rak! Masih baru lho!? ?Oke deh! Sekali lagi selamat ya !? kucium keningnya. Aku keluar kamar dan menutupnya perlahan. Ari bercelana pendek dan berkaos oblong baru saja keluar dari ruang kerjanya. ? Mau tidur?? ?Sebenarnya aku sudah lelah, tapi mataku tidak bisa terpejam sebelum jam 2 malam nih! Katanya punya banyak film ?? ?Itu di rak, buka aja!? ?Oke deh!? Ari masuk kamar Iva. Kupilih satu film, judulnya aku lupa, lalu kuputar. Beberapa saat kemudian Ari keluar kamar dan tersenyum. ? Masih Dengankebiasaan lama? Melek sampai malam!? ?He eh nih!? ?Gimana kabarnya Andy?? ?Dua bulan lagi selesai tesisnya! Terus kami mau menikah, kalian datang ya !? ?Oh pasti! Mau minum, aku buatin apa?? ?Apa aja deh!? Sebentar kemudian Ari keluar Dengan dua botol soft drink di tangannya. ? Pembantu pada kelelahan nih! Jadi ini saja ya!? ?Makasih!? aku ambil satu dan meminumnya langsung, rasanya segar sekali. ? Kalo ada perlu aku lagi ngerjain proyek nih di ruang kerja?, ketika Ari beranjak sekilas aku melihat tatapan yang belum pernah kulihat darinya, sekilas saja. ? Oke, makasih!? Tak berapa lama aku melihat film itu, mataku ternyata tidak seperti biasa, tiba-tiba terasa berat sekali. Aku segera matikan player itu, berjalan ke depan ke ruang kerja Ari. ?Ari, aku tidur dulu deh! sudah kumatiin semua!? ?Oke deh, istirahat dulu ya!? Aku segera masuk kamar, menutup pintu, segera ganti baju Dengan kaos tanpa bra dan celana pendek saja dan langsung ambruk di atas ranjang. Aku masih sempat mematikan lampu dan menggantinya Dengan lampu tidur yang remang-remang. Aku langsung terlelap, saat itu mungkin sekitar pukul satu dinihari. Tak terasa berapa lama aku tidur, ketika aku merasakan sesuatu menindihku. Aku terbangun dan masih belum sadar ada apa, ketika seseorang menindihku Dengan kuat. Nafasnya terasa hangat memburu di wajahku. Ketika sepenuhnya sadar aku tahu bahwa Ari sedang di atas tubuhku dan sedang menggeranyangikuDengan ganas, mengelus-elus pahaku dan mencoba mencium bibirku. Beberapa lama aku tidak tahu harus bagaimana. Jika aku berteriak, aku kasihan pada Iva, jika sampai dia tahu. Selain itu sosok Ari telah kukenal dekat sehingga aku tak perlu menjerit untuk membuatnya tidak melakukan itu. ?Ar, kamu apa-apaan?? kataku sambil mencoba mendorongnya dari tubuhku. ? Bantulah aku Rat! Telah lama sekali!? sambil berkata begitu dia terus menggeranyangi tubuhku. Tangannya mendarat Dengan mantap di atas payudaraku dan meremas-remasnya. Jika saja aku tadi masih memakai BH-ku mungkin rasanya akan lain. Tapi kali itu hanya kain kaos yang tipis saja yang memisahkannya Dengan tangannya. Selain itu samar-samar kurasakan sesuatu yang mengeras menimpa pahaku. Aku tidak asing lagiDengan benda itu. batang kemaluannya telah tegang penuh. ?Ari..!? dia mencoba menciumku. Entah antara ingin mengatakan sesuatu atau ingin menghindar, aku malah menempatkan bibirku tepat di bibirnya. Yang terjadi kemudian aku malah membalas lumatannya yang ganas sekali. Beberapa lama itu dilakukannya, cukup untuk membuat puting susuku mengeras, yang kuyakin dirasakannya di dadanya. ?Kalo Iva tahu gimana dong?? ?Ayolah sebentar saja tak akan membuatnya tahu!? bisik Ari. Entah untuk mencari pembenaran atas keinginan terpendamku atau mencoba untuk terlihat tidak terlalu permisif akhirnya yang keluar dari mulutku adalah, ?Ar.. aku akan melakukannya untuk Iva!? Seperti bendungan jebol, Ari langsung kembali melumatku Dengan ganas. Aku pun tampaknya memang telah terhanyut oleh perbuatannya, sehingga langsung membalas lumatan bibirnya. Tampaknya dalam hal beginian Andy lebih jagoan, dia bisa membuatku basah kuyup hanya Dengan ciumannya. Sedangkan Ari tampak tersengat ketika aku langsung membalas lumatan bibirnya Dengan ganas. Beberapa lama kami melakukan lumatan-lumatan itu, kemudian Ari bangkit dari atas tubuhku dan berlutut di antara pahaku. Dia kemudian menarik kaosku ke atas tanpa melepasnya dari tubuhku sehingga payudaraku terbuka, terasa dingin oleh AC. Beberapa saat kemudian aku merasakan jemarinya kembali meremas- remasnya perlahan, bukan itu saja kemudian aku merasakan bibirnya mendarat Dengan mulus memilin- milin puting susuku yang kurasakan semakin mengeras. Tapi sebenarnya sebagian kecil tubuhku masih menolak perbuatannya itu, mengingat kedekatanku Dengan Iva. Meski begitu sebagian besar lainnya tak bisa menolak rangsangan-rangsangan itu. Beberapa saat Ari bermain-main Dengan puting dan gundukan payudaraku. Kemudian dia bangkit dan menarik lepas celana pendek dan celana dalamku. Dengan segera aku merasakan tangannya membuka kedua pahaku dan sebentar kemudian kurasakan jemarinya menyapu permukaan liang kemaluanku. Ujung-ujung jemarinya mengelus-elus klitorisku Dengancepat, cukup cepat untuk membuat rangsangan bagiku. Walau begitu tetap saja gelitikannya semakin merangsangku. Tak berapa lama dia kembali berhenti. Sekali lagi dalam hal pemanasan ini Andy masih lebih baik dibandingkan Ari. Dalam keremangan, aku melihatnya berdiri dan menarik celana pendek dan kaos oblongnya sehingga Ari akhirnya telanjang bulat. Justru di sinilah nafsuku langsung naik Dengan sangat cepat demi menyaksikan tubuhnya di dalam keremangan lampu tidur di kamar itu. Sesuatu di tengah tubuhnya langsung membakarku, batang kemaluan yang sedang tegang dan tampak sedikit melengkung ke atas. Bentuknya yang gemuk, panjang dan berkepala bonggol itu langsung menggelitikkan rasa terangsang yang amat sangat mengalir dari mata Dengan cepat langsung menggetarkan selangkanganku. Aku segera saja merasa gelisah dan tak sabar. ? Ar.. Ke sini deh!? Dengan bertelanjang bulat, Ari berjalan mendekat kepadaku dan naik ranjang, langsung berlutut di samping tubuhku, batang kemaluannya yang tegak itu tampak jauh lebih besar jika dilihat dari baliknya. ? Ada apa Rat?? ?Kadang-kadang aku punya impian yang bahkan Iva pun tak tahu apa itu ?? ?Apa coba?? ?Jangan diketawain ya. Iva sering bercerita tentang ini! Dan kadang- kadang timbul keinginan untuk sekedar memandangnya ?, sambil berkata begitu kuraih batang kemaluannya itu dan kugenggam erat batang dan sebagian kepalanya sehingga seperti kalau sedang memegang persneling mobil. Ari tampak sedikit gugup ketika genggamanku mendarat mulus di batang kemaluannya tanpa diduga-duga olehnya. Tubuhnya seperti terdorong ke belakang sedikit sehingga semakin mengangkat posisi batang kemaluannya dari posisi berlututnya. Beberapa saat aku merasakan kerasnya batang kemaluannya itu. Pantas sekali kalau Iva begitu membangga-banggakannya. Dan emang selisih tiga centi terasa sekali secara visual. ? Nih sudah, kamu boleh apain aja deh! Oh ya Iva sudah cerita apa saja ke kamu ?? ?Banyak pokoknya!? ?Kalo sama punya Andy?? ?No comment deh!? nada bicaraku agak mendesah. Ari tersenyum dan bangkit dari sampingku terus membuka pahaku dan mulai mengambil posisi. Ketika bangkit aku melihat pinggulnya seperti bertangkai oleh cuatan batang kemaluannya itu. Dia memandangku sebentar, kubalas Dengan pandangan yang sama. ? Pelan-pelan ya Ar!? ?Lho, sudah pernah khan?? ?Iya, tapi..? ?Tidak segini ya?? Dia kembali tersenyum. Aku cuma tersenyum kecut demi ketahuan kalau punya Andy tidak sebesar punyanya. Perlahan-lahan Ari mengangkat kedua pahaku dan menyusupkan lututnya yang tertekuk di bawahnya sehingga ketika dia meletakkan pahaku kembali keduanya menumpang di atas paha atasnya yang penuh rambut. Dengan posisi seperti itu selangkangannya langsung berhadapan Dengan selangkanganku yang agak mendongak ke atas karena posisi pahaku. Aku hanya bisa menunggu seperti apakah rasanya. Aku merasakan perlahan-lahan Ari membuka sekumpulan rambut kemaluanku yang rimbun di bawah sana dan beberapa saat kemudian sesuatu yang tumpul menggesek- gesek daging di antara sekumpulan itu Dengan gerakan ke atas dan ke bawah menyapu seluruh permukaannya, dari klitoris sampai ke lubang kemaluanku. Rasa terangsangku segera memuncak kembali merasakan sensasi baru itu. ?Ayolah Ar, keburu bangun!? ?Ini baru jam 3.15? ?Iya siapa tahu?? Perlahan-lahan aku merasakan gesekan kepala batang kemaluannya tadi berhenti di area dekat lubangku tepat pada posisi membuka bibir-bibir labiaku sehingga langsung berhadapan Dengan lubang di bawahnya itu. Sesaat kemudian sesuatu yang besar dan tumpul serta hangat menyodoknya perlahan-lahan. Tanpa hambatan yang terlalu kuat, kepalanya langsung masuk diikuti batangnya perlahan-lahan. Aku segera merasakan nikmat akibat gesekan urat-uratnya itu di dinding lubang kemaluanku. Sampai tahap ini sebenarnya rasanya tidak beda jauh dari punya Andy, walaupun tidak sepanjang punya Ari ini tapi cukup gemuk. Tapi semakin lama tubuhku segera bereaksi lain ketika batang itu mulai masuk semakin dalam. Dan ketika semuanya masuk ke dalam, aku segera merasakan rasa nikmat yang amat sangat ketika ujung kepala batangnya itu mentok di dinding bagian dalam liang kemaluanku. Aku segera mencari lengannya dan mencengkeramnya erat. Ari berhenti sesaat dan menarik nafas panjang sekali. ? Rat.. Ini yang kucari!? Ari berbisik perlahan sekali tapi cukup terdengar olehku. Kutahu apa yang dimaksudnya. Sesuatu yang sanggup menelan semua panjang batangnya itu. Ari tidak segera bergerak tapi seperti menggeliat dalam tancapan penuh batang kemaluannya ke dalam liang kemaluanku itu. Tampaknya reaksi dari bagian yang belum pernah tertelan itu sangat mempengaruhi dirinya. Dia bahkan belum bergerak sampai sekian puluh detik ke depan, wajahnya tertunduk, kedua tangannya mencengkeram pinggulku, meraih-raih pantatku dan meremas-remasnya Dengan ganas cenderung kasar. Dengan sedikit nakal, aku mencoba mengejan, mengkontraksikan otot- otot di sekeliling selangkanganku. Walaupun terasa penuh oleh masuknya batang kemaluannya itu aku mulai bisa melakukan kontraksi itu Dengan teratur. Tak terlihat tapi efeknya luar biasa. Aku merasakan kedua tangannya Dengan liar memutar- mutar, meremas dan mencengkeram bongkahan pantatku, pastinya karena reaksi dari apa yang kulakukan pada batangnya itu. Dia segera ambruk di atas tubuhku dan segera mengambil posisi menggenjot, kedua tangannya diletakkan di antara dadaku, salah satunya menyangkutkan paha kananku sehingga mengangkat selangkanganku ke atas sedangkan paha kiriku otomatis terangkat Sendiri. Paha kanannya masih tertekuk sedangkan kaki kirinya diluruskannya ke bawah sehingga mempertegas sudut tusukan batang kemaluannya di liang kemaluanku. Dia mulai mencabut batang kemaluannya yang beberapa lama tadi masih tertancap penuh di dalam tubuhku dan belum sampai tiga perempat panjang batangnya keluar, dia langsung menghujamkannya Dengan kuat ke bawah sehingga menekan kuat area ujung rahimku. Kemudian ditariknya lagi dan ditusukkannya kembali. Mulailah terasa beda pengaruh panjangnya terhadap kenikmatan yang kurasakan. Hal ini mungkin dikarenakan bidang gesekan satu arahnya yang panjang dan lebih lama sehingga mengalirkan kenikmatan yang lebih kuat pula. ?Arr..! Jangan kuat-kuat..!? tapi sebenarnya aku sangat menikmatinya. Ari tampaknya tak peduli, dia terus saja bergerak- gerakDengan kuat dan semakin cepat. ?Oh.. Rat.. Ratih!? dia terus menggenjot dan tak terasa begitu cepat 5 menit yang pertama terlewati dan dia masih tangguh saja memompa liang kemaluanku. Benar kata Iva. Pagi itu tak ada seorang pun yang bangun dan terjaga, tapi kami berdua malah sedang mencoba mendaki Dengan alasan yang berbeda. Kalau Ari karena tak tahan menunggu Iva berfungsi kembali sedangkan aku karena ingin saja. Sekitar sekian saat setelah 5 menitnya yang ketiga, aku jebol. Gesekan urat- urat batang kemaluannya itu meledakkan tubuhku Dengan kuat sehingga membuatku menjepitkan pahaku ke tubuhnya. Bukan itu saja senam yang teratur yang aku ikuti ternyata berguna pada saat itu. Tepat pada puncaknya kutahan kontraksi di liang kemaluanku dan sekuat tenaga kupertahankan agar tidak segera meledak. Sesaat aku merasakan aliran arus balik di tubuhku tapi tidak lama jebol juga sehingga dibawah genjotan cepatnya aku merasakan tiba-tiba seperti melayang di angkasa luas tanpa batas. Tubuhku kaku, kejang, nafasku memburu dan keluar tertahan-tahan bersamaanDengan keluarnya bunyi-bunyian yang tidak jelas nadanya dari bibirku. ?Ohh.. eehh.. hmm.. Ar.. yang kuat!? Mungkin gabungan antara suara dari bibirku dan mungkin cengkeraman-cengkeraman kuat dari dinding-dinding liang kemaluanku, segera membuatnya bergerak cepat dan kuat sekali. Aku tidak pernah merasakan kekuatan sekuat dan setahan itu dari Andy. Tubuhku kejang sampai dia menyelesaikan 5 menitnya yang keempat dan masih terus bergerak mantap. Sampai orgasmeku mereda aku merasakan gerakannya semakin cepat dan kuat dan belum sampai pertengahan 5 menitnya yang kelima, Ari pun jebol juga. Posisi kami selama itu masih belum berubah, tapi ketika dia mau menyelesaikan genjotan-genjotan terakhirnya dia menggerakkan tubuhku ke kiri sehingga menggerakkan seluruh tubuhku miring ke kiri dan paha kananku tepat menumpang di atas dadanya sedangkan paha kiriku berada di antara kedua pahanya. Ketika posisinya pas, dia langsung bergerak cepat. Dalam posisi itu ternyata rasanya lain karena yang menggesek dinding lubang kemaluanku pun dinding yang lain dari batang kemaluannya. Tapi orgasmeku yang pertama rasanya terlalu kuat untuk diulangi dalam waktu sedekat itu, sehingga meskipun rasanya memuncak lagi tapi ketika aku merasakan semprotan-semprotan panas seperti yang diceritakan Iva kepadaku itu aku belum bisa meraih orgasmeku yang kedua. ?Hoohh.. Hooh.. Hoo.. Rat..Ratih!? Ari bergerak-gerak tak teratur dan hentakan-hentakannya ketika orgasme itu tampak liar dan ganas tapi terasa nikmat sekali bagiku. Aku memegang kedua lengannya yang berkeringat sampai dia menyelesaikan orgasme itu. Sesekali aku mengusap wajahnya Dengan lembut. Beberapa lama tubuhku kaku karena posisi kaki- kakiku itu, sampai akhirnya dia ambruk di samping kiriku. Batang kemaluannya tercabut Dengan cepat dan semuanya itu membuat posisi kembaliku agak terasa linu, terutama di paha bagian dalamku. Kami terdiam dalam pikiran masing- masing. Aku telentang sedangkan Ari tengkurap di sampingku basah kuyup oleh keringat. Tiba-tiba terdengar bunyi sesuatu perlahan- lahan dari balik pintu kamar. Tiba- tiba Ari panik dan segera mengenakan celana pendek dan kaosnya. Batang kemaluannya meskipun sudah lemas tapi masih belum seluruhnya lemas sehingga tampak menggunduk di celana pendeknya. Aku melirik jam, sudah hampir jam 4 pagi. Ari Dengan sedikit tertatih-tatih berjalan perlahan tanpa suara ke arah pintu kamarku, membukanya perlahan dan sebelum keluar sempat melihatku sejenak dan tersenyum. Tinggallah aku Sendiri di kamarku dan aku mencari-cari celana pendekku dan segera mengenakannya. Aku terus menarik kaosku ke bawah sehingga menutupi payudaraku yang pasti penuh pagutan-pagutan merah. Dan Dengan sisa-sisa tenaga mencoba merapikan sprei yang terasa lembab di tanganku. Mungkin karena lelahnya aku kembali terlelap dan terbangun hampir jam 10.00 pagi. Singkat kata hari itu kuselesaikan segala urusan di Medan. Rasanya tak ada hambatan Dengansegala hal yang terjadi. Iva biasa-biasa saja tidak terlihat seperti curiga, bahkan wajah cerianya tampak sedih ketika pada hari ketiga aku terpaksa harus pamit untuk pulang. Ari mengantarku ke bandara dan sebelum aku naik ke pesawat sempat Ari mengucapkan terima kasih. Aku membalasnyaDengan terima kasih juga sambil tak lupa tersenyum manis penuh arti. Sampai tiga bulan setelah aku meninggalkan Medan, tiba-tiba Iva mengirimiku email yang menyentakku, isinya begini, ?Rat, sebenarnya aku tidak ingin menyinggung-nyinggung soal ini tapi akhirnya agar kamu tahu terpaksa deh aku ungkapin. Tidak tahu aku harus mengucapkan terima kasih atau malah mencaci kamu. Kamu tega deh, di saat puncak kebahagianku kamu malah melakukannya Dengan Ari. Aku tahu bukan kamu yang memulai, dan aku tahu sekali kamu tidak akan mau melakukannya jika tanpa sesuatu sebab. Sebenarnya aku kasihan juga sama Ari, bayangkan hampir dua bulan terakhir sebelum aku melahirkan, dia tidak pernah melakukannya, meskipun hanya sekedar masturbasi. Belum lagi ditambah dua bulan setelah aku melahirkan aku masih belum bisa melayaninya. Dan aku tidak menyalahkannya jika akhirnya dia memintamu melakukannya. Dan jika akhirnya kamu terpaksa melayaninya, kuucapkan terima kasih telah menggantikanku. Mungkin itu saja deh Rat, yang perlu untuk kamu ketahui. Aku tidak tahu harus bagaimana tapi sudah deh segalanya sudah terjadi, mohon jangan mengulanginya lagi ya! Please! Aku sudah omong- omong tentang ini sama Ari dan dia menangis habis-habisan menyesalinya. Oke, udahan dulu ya. Bales ya secepatnya !? Iva. ?NB: sedikit nakal, kok sekarang Ari jadi ganas gitu sih? Kalo ini karena kamu makasih ya! Terakhir, bagaimana dia melakukannya? Hi.. hi.. hi Jangan khawatir aku tetap sahabatmu. ? Berhari-hari setelah itu aku kebingungan mempertimbangkan apa yang harus kulakukan terhadap ini, sampai akhirnya aku harus menjawab juga. ?Iva sayang, hanya maaf yang bisa aku mohonkan ke kamu. Aku tidak ingin membela diri, aku salah dan aku janjikan itu tidak akan terulang lagi. Jika ada yang bisa aku lakukan untuk menebusnya? Katakan saja kepadaku! Aku tidak punya lagi kata-kata apapun, jadi sekali lagi maaf ya !? Ratih ?NB: tentang yang ganas-ganas itu aku tidak tahu tanya aja sama dia, tapi kalo tentang pertanyaan yang kedua, jawabannya secara jujur ya iya. Mohon maaf sekali lagi !? Email balasanku pagi itu terkirim, sorenya langsung dibalas dan isinya, ?Ratih, Oke deh. Meskipun agak sakit, kita kubur jauh-jauh peristiwa itu. Kapan kamu menikah? Kabarin lho! Aku punya ide (agak liar), supaya setimpal, gimana kalo nanti pas kamu mengalami saat- saat yang sama kayak aku, boleh dong aku mbantuin Andy? He.. He.. He.. (gambar tengkorak lagi tertawa!) ? Iva Nah loh! Akhirnya memang begitu yang terjadi setahun kemudian, jadi kedudukanku Dengan Iva menjadi 1-1. 

Bercinta Dengan Istri Orang









Sebelum memulai ceritaku, aku akan memberikan sedikit gambaran mengenai diriku. Namaku adalah Ivan, bekerja sebagai karyawan swasta asing di kawasan Sudirman, Jakarta. Aku adalah seOrang pria berusia 29 tahun, aku keturunan chinese, wajahku lumayan ganteng, kulitku putih bersih. Tinggiku 165 cm dan berat badanku 70 kg, sedikit kumis menghiasi bibirku. Kejadian ini adalah sebagian dari kisah nyataku, yang terjadi kurang lebih 4 tahun yang lalu. Terus terang, aku sangat menyukai wanita yang berusia 30-40 tahun, Dengan kulit mulus. Bagiku wanita ini sangat menarik, apalagi jika ? jam terbangnya? sudah tinggi, sehingga pandai dalam Bercinta. Namun sebagai pegawai swasta yang bekerja, aku memiliki keterbatasan waktu, tidak mudah bagiku untuk mencari wanita tersebut. Hal ini yang mendorong aku untuk mengiklankan diriku pada sebuah surat kabar berbahasa Inggris, untuk menawarkan jasa ? full body massage ? . Uang bagiku tidak masalah, karena aku berasal dari keluarga menengah dan gajiku cukup, namun kepuasan yang ku dapat jauh dari itu. Sehingga aku tidak memasang tarif untuk jasaku itu, diberi berapapun kuterima. Sepanjang hari itu, sejak iklanku terbit banyak respon yang kudapat, sebagian dari mereka hanya iseng belaka, atau hanya ingin ngobrol. Di sore hari, kurang lebih pukul 18.00 seOrang wanita menelponku. ? Hallo Dengan Ivan ?? suara merdu terdengar dari sana. ? Ya saya sendiri ? jawabku. Dan seterusnya dia mulai menanyakan ciri-ciriku. Selanjutnya, ? Eh ngomong- ngomong, berapa sich panjangnya kamu punya ?? katanya. ? Yah normal sajalah sekitar 18 cm Dengan diameter 6 cm.? jawabku. ? Wah lumayan juga yach, lalu apakah jasa kamu ini termasuk semuanya, ? lanjutnya. ? Apa saja yang kamu butuhkan, kamu pasti puas dech..? jawabku. Dan yang agak mengejutkan adalah bahwa dia meminta kesediaanku untuk melakukannya Dengan ditonton suaminya. Namun kurasa, wah ini pengalaman baru buatku. Akhirnya dia memintaku untuk segera datang di sebuah hotel ? R? berbintang lima di kawasan Sudirman, tak jauh dari kantorku. Aku menduga bahwa pasangan ini bukanlah sembarang Orang, yang mampu membayar tarif hotel semahal itu. Dan benar dugaanku, sebuah president suite room telah ada di hadapanku. Segera kubunyikan bel di depan kamarnya. Dan seOrang pria, Dengan mengenakan kimono, berusia tak lebih dari 40 tahun membukakan pintu untukku. ? Ivan?? katanya. ? Ya saya Ivan, ? jawabku. Lalu ia mencermatiku dari atas hingga bawah sebelum ia mempersilakan aku masuk ke dalam. Pasti dia tidak ingin sembarangOrang menyentuh Istrinya, pikirku. ? OK, masuklah ? katanya. Kamar itu begitu luas dan gelap sekali. Aku memandang sekeliling, sebuah TV berukuran 52? sedang memperlihatkan blue film. Lalu aku memandang ke arah tempat tidur. SeOrang wanita yang kutaksir umurnya tak lebih dari 30 tahun berbaring di atas tempat tidur, badannya dimasukkan ke dalam bed cover tersenyum padaku sambil menjulurkan tangannya untuk menyalamiku. ? Kamu pasti Ivan khan? Kenalkan saya Donna ? katanya lembut. Aku terpana melihatnya, rambutnya sebahu berwarna pirang, kulitnya mulus sekali, wajahnya cantik, pokoknya perfect! Aku masih terpana dan menahan liurku, ketika dia berkata ? Lho kok bingung sich? . ? Akh enggak..? kataku sambil membalas salamnya. ? Kamu mandi dulu dech biar segar, tuch di kamar mandi, ? katanya. ? Oke tunggu yach sebentar,? jawabku sambil melangkah ke kamar mandi. Sementara, suaminya hanya menyaksikan dari sofa dikegelapan. Cepat-cepat kubersihkan badanku biar wangi. Dan segera setelah itu kukenakan celana pendek dan kaos. Aku melangkah keluar, ? Yuk kita mulai, ? katanya. Dengan sedikit gugup aku menghampiri tempat tidurnya. Dan Dengan bodohnya aku bertanya, ? Boleh aku lepaskan pakaianku ?? , dia tertawa kecil dan menjawab, ? terserah kau saja.. ? . Segera kulepaskan pakaianku, dia terbelalak melihatku dalam keadaan polos, ? Ahk.. ehm..? dan segera mengajakku masuk ke dalam bed cover juga. ? Kamu cantik sekali Donna? kataku lirih. Aku tak habis pikir ada wanita secantik ini yang pernah kulihat dan suaminya memperbolehkan Orang lain menjamahnya, ah.. betapa beruntungnya aku ini. ? Ah kamu bisa saja, ? kata Donna. Segera aku masuk ke dalam bed cover, kuteliti tubuhnya satu persatu. Kedua bulatan payudaranya yang cukup besar dan berwarna putih terlihat menggantung Dengan indahnya, diantara keremangan aku masih dapat melihat Dengan sangat jelas betapa indah kedua bongkah susunya yang kelihatan begitu sangat montok dan kencang. Samar kulihat kedua puting mungilnya yang berwarna merah kecoklatan. ? Yaa aammpuunn..? bisikku lirih tanpa sadar, ? Ia benar-benar sempurna? kataku dalam hati. ? Van.. ? bisik Tante Donna di telingaku. Aku menoleh dan terjengah. Ya Ampuun, wajah cantiknya itu begitu dekat sekali Dengan wajahku. Hembusan nafasnya yang hangat sampai begitu terasa menerpa daguku. Kunikmati seluruh keindahan bidadari di depanku ini, mulai dari wajahnya yang cantik menawan, lekak-lekuk tubuhnya yang begitu seksi dan montok, bayangan bundar kedua buah payudaranya yang besar dan kencangDengan kedua putingnya yang lancip, perutnya yang ramping dan pantatnya yang bulat padat bak gadis remaja, pahanya yang seksi dan aah.., kubayangkan betapa indah bukit kemaluannya yang kelihatan begitu menonjol dari balik bed cover. Hmm.., betapa nikmatnya nanti saat batang kejantananku memasuki liang kemaluannya yang sempit dan hangat, akan kutumpahkan sebanyak mungkin air maniku ke dalam liang kemaluannya sebagai bukti kejantananku. ? Van.. mulailah sayang.. ? bisik Tante Donna, membuyarkan fantasi seks-ku padanya. Sorotan kedua matanya yang sedikit sipit kelihatan begitu sejuk dalam pandanganku, hidungnya yang putih membangir mendengus pelan, dan bibirnya yang ranum kemerahan terlihat basah setengah terbuka, duh cantiknya. Kukecup lembut bibir Tante Donna yang setengah terbuka. Begitu terasa hangat dan lunak. Kupejamkan kedua mataku menikmati kelembutan bibir hangatnya, terasa manis. Selama kurang lebih 10 detik aku mengulum bibirnya, meresapi segala kehangatan dan kelembutannya. Kuraih tubuh Tante Donna yang masih berada di hadapanku dan kubawa kembali ke dalam pelukanku. ? Apa yang dapat kau lakukan untukku Van.. ? bisiknya lirih setengah kelihatan malu. Kedua tanganku yang memeluk pinggangnya erat, terasa sedikit gemetar memendam sejuta rasa. Dan tanpa terasa jemari kedua tanganku telah berada di atas pantatnya yang bulat. Mekal dan padat. Lalu perlahan kuusap mesra sambil kuberbisik, ? Tante pasti tahu apa yang akan Ivan lakukan.. Ivan akan puaskan Tante sayang.. ? bisikku pelan. Jiwaku telah terlanda nafsu. Kuelus-elus seluruh tubuhnya, akhh.. mulus sekali, Dengan sedikit gemas kuremas gemas kedua belah pantatnya yang terasa kenyal padat dari balik bed cover. ? Oouuhh..? Tante Donna mengeluh lirih. Bagaimanapun juga anehnya aku saat itu masih bisa menahan diri untuk tidak bersikap over atau kasar terhadapnya, walau nafsu seks-ku saat itu terasa sudah diubun- ubun namun aku ingin sekali memberikan kelembutan dan kemesraan kepadanya. Lalu Dengan gemas aku kembali melumat bibirnya. Kusedot dan kukulum bibir hangatnya secara bergantian Dengan mesra atas dan bawah. Kecapan-kecapan kecil terdengar begitu indah, seindah cumbuanku pada bibir Tante Donna. Kedua jemari tanganku masih mengusap-usap sembari sesekali meremas pelan kedua belah pantatnya yang bulat pada dan kenyal. Bibirnya yang terasa hangat dan lunak berulang kali memagut bibirku sebelah bawah dan aku membalasnya Dengan memagut bibirnya yang sebelah atas. ooh.., terasa begitu nikmatnya. Dengusan pelan nafasnya beradu Dengan dengusan nafasku dan berulang kali pula hidungnya yang kecil membangir beradu mesra Dengan hidungku. Kurasakan kedua lengan Tante Donna telah melingkari leherku dan jemari tangannya kurasakan mengusap mesra rambut kepalaku. Batang kejantananku terasa semakin besar apalagi karena posisi tubuh kami yang saling berpelukan erat membuat batang kejantananku yang menonjol dari balik celanaku itu terjepit dan menempel keras di perut Tante Donna yang empuk, sejenak kemudian kulepaskan pagutan bibirku pada bibir Tante Donna. Wajahnya yang cantik tersenyum manis padaku, kuturunkan wajahku sambil terus menjulurkan lidah di permukaan perutnya terus turun dan sampai di daerah yang paling kusukai, wangi sekali baunya. Tak perlu ragu. ? Ohh apa yang akan kau lakukan.. akh..? tanyanya sambil memejamkan mata menahan kenikmatan yang dirasakannya. Beberapa saat kemudian tangan itu malah mendorong kepalaku semakin bawah dan.., ? Nyam-nyam..? nikmat sekali kemaluan Tante Donna. Oh, bukit kecil yang berwarna merah merangsang birahiku. Kusibakkan kedua bibir kemaluannya dan, ? Creep..? ujung hidungku kupaksakan masuk ke dalam celah kemaluan yang sudah sedari tadi becek itu. ? Aaahh.. kamu nakaal, ? jeritnya cukup keras. Terus terang kemaluannya adalah terindah yang pernah kucicipi, bibir kemaluannya yang merah merekah Dengan bentuk yang gemuk dan lebar itu membuatku semakin bernafsu saja. Bergiliran kutarik kecil kedua belah bibir kemaluan itu Dengan mulutku. ? Ooohh lidahmu.. ooh nikmatnya Ivan..? lirih Tante Donna. Sementara aku asyik menikmati bibir kemaluannya, ia terus mendesah merasakan kegelian, persis seOrang gadis perawan yang baru merasakan seks untuk pertama kali, kasihan wanita ini dan betapa bodohnya suaminya yang hanya memandangku dari kegelapan. ? Aahh.. sayang.. Tante suka yang itu yaahh.. sedoot lagi dong sayang oogghh, ? ia mulai banyak menggunakan kata sayang untuk memanggilku. Sebuah panggilan yang sepertinya terlalu mesra untuk tahap awal ini. Lima menit kemudian.. ? Sayang.. Aku ingin cicipi punya kamu juga, ? katanya seperti memintaku menghentikan tarian lidah di atas kemaluannya. ? Ahh.. baiklah Tante, sekarang giliran Tante,? lanjutku kemudian berdiri mengangkang di atas wajahnya yang masih berbaring. Tangannya langsung meraih batang kemaluan besarku dan sekejap terkejut menyadari ukurannya yang jauh di atas rata-rata. ? Okh Van.. indah sekali punyamu ini.. ? katanya padaku, lidahnya langsung menjulur kearah kepala kemaluanku yang sudah sedari tadi tegang dan amat keras itu. ? Mungkin ini nggak akan cukup kalau masuk di.. aah mm.. nggmm, ? belum lagi kata-kata isengnya keluar aku sudah menghunjamkan burungku kearah mulutnya dan, ? Croop..? langsung memenuhi rongganya yang mungil itu. Matanya menatapku Denganpandangan lucu, sementara aku sedang meringis merasakan kegelian yang justru semakin membuat senjataku tegang dan keras. ? Aduuh enaak.. oohh enaknya Tante oohh.. ? sementara ia terus menyedot dan mengocok batang kemaluanku keluar masuk mulutnya yang kini tampak semakin sesak. Tangan kananku meraih payudara besarnya yang menggelayut bergoyang kesana kemari sembari tangan sebelah kiriku memberi rabaan di punggungnya yang halus itu. Sesekali ia menggigit kecil kepala kemaluanku dalam mulutnya, ? Mm.. hmm..? hanya itu yang keluar dari mulutnya, seiring telapak tanganku yang meremas keras daging empuk di dadanya. ? Crop..? ia mengeluarkan kemaluanku dari mulutnya. Aku langsung menyergap pinggulnya dan lagi-lagi daerah selangkangan Dengan bukit berbulu itu kuserbu dan kusedot cairan mani yang sepertinya sudah membanjir di bibir kemaluannya. ? Aoouuhh.. Tante nggak tahan lagi sayang ampuun.. Vann.. hh masukin sekarang juga, ayoo.. ? pintanya sambil memegang pantatku. Segera kuarahkan kemaluanku ke selangkangannya yang tersibak di antara pinggangku menempatkan posisi liang kemaluannya yang terbuka lebar, pelan sekali kutempelkan di bibir kemaluannya dan mendorongnya perlahan, ? Ngg.. aa.. aa.. aa.. ii.. oohh masuuk.. aduuh besar sekali sayang, oohh.. ? ia merintih, wajahnya memucat seperti Orang yang terluka iris. Aku tahu kalau itu adalah reaksi dari bibir kemaluannya yang terlalu rapat untuk ukuran burungku. Dan Tante Donna merupakan wanita yang kesekian kalinya mengatakan hal yang sama. Namun jujur saja, ia adalah wanita setengah baya tercantik dan terseksi dari semua wanita yang pernah kutiduri. Buah dadanya yang membusung besar itu langsung kuhujani Dengan kecupan- kecupan pada kedua putingnya secara bergiliran, sesekali aku juga berusaha mengimbangi gerakan turun naiknya diatas pinggangku Dengan cara mengangkat-angkat dan memiringkan pinggul hingga membuatnya semakin bernafsu, namun tetap menjaga ketahananku Dengan menghunjamkan kemaluanku pada setiap hitungan kelima. Tangannya menekan-nekan kepalaku kearah buah dadanya yang tersedot keras sementara burungku terus keluar masuk semakin lancar dalam liang senggamanya yang sudah terasa banjir dan amat becek itu. Puting susunya yang ternyata merupakan titik nikmatnya kugigit kecil hingga wanita itu berteriak kecil merintih menahan rasa nikmat sangat hebat, untung saja kamar tidur tersebut terletak di lantai dua yang cukup jauh untuk mendengar teriakan- teriakan kami berdua. Puas memainkan kedua buah dadanya, kedua tanganku meraih kepalanya dan menariknya kearah wajahku, sampai disitu mulut kami beradu, kami saling memainkan lidah dalam rongga mulut secara bergiliran. Setelah itu lidahku menjalar liar di pipinya naik kearah kelopak matanya melumuri seluruh wajah cantik itu, dan menggigit daun telinganya. Genjotan pinggulnya semakin keras menghantam pangkal pahaku, burungku semakin terasa membentur dasar liang senggama. ? Ooohh.. aa.. aahh.. aahh.. mmhh gelii oohh enaknya, Vann.. ooh, ? desah Tante Donna. ? Yaahh enaak juga Tante.. oohh rasanya nikmat sekali, yaahh.. genjot yang keras Tante, nikmat sekali seperti ini, oohh enaakk.. oohh Tante oohh.. ? kata-kataku yang polos itu keluar begitu saja tanpa kendali. Tanganku yang tadi berada di atas kini beralih meremas bongkahan pantatnya yang bahenol itu. Setiap ia menekan ke bawah dan menghempaskan kemaluannya tertusuk burungku, secara otomatis tanganku meremas keras bongkahan pantatnya. Secara refleks pula kemaluannya menjepit dan berdenyut seperti menyedot batang kejantananku. Hanya sepuluh menit setelah itu goyangan tubuh Tante Donna terasa menegang, aku mengerti kalau itu adalah gejala orgasme yang akan segera diraihnya, ? Vann.. aahh aku nngaak.. nggak kuaat aahh.. aahh.. oohh..? ? Taahaan Tante.. tunggu saya dulu ngg.. ooh enaknya Tante.. tahan dulu .. jangan keluarin dulu.. ? Tapi sia-sia saja, tubuh Tante Donna menegang kaku, tangannya mencengkeram erat di pundakku, dadanya menjauh dari wajahku hingga kedua telapak tanganku semakin leluasa memberikan remasan pada buah dadanya. Aku sadar sulitnya menahan orgasme itu, hingga aku meremas keras payudaranya untuk memaksimalkan kenikmatan orgasme itu padanya. ? Ooo.. ngg.. aahh.. sayang sayang.. sayang.. ooh enaak.. Tante kelauaar.. oohh.. oohh.. ? teriaknya panjang mengakhiri babak permainan itu. Aku merasakan jepitan kemaluannya disekeliling burungku mengeras dan terasa mencengkeram erat sekali, desiran zat cair kental terasa menyemprot enam kali di dalam liang kemaluannya sampai sekitar sepuluh detik kemudian ia mulai lemas dalam pelukanku. Sementara itu makin kupercepat gerakanku, makin terdengar Dengan jelas suara gesekan antara kemaluan saya Dengan kemaluannya yang telah dibasahi oleh cairan dari kemaluan Tante Donna. ? Aaakhh.. enakk!? desah Tante Donna sedikit teriak. ? Tante.. saya mau keluar nich.. eesshh..? desahku pada Tante Donna. ? Keluarkanlah sayang.. eesshh.. ? jawabnya sambil mendesah. ? Uuugghh.. aaggh.. eenak Tante..? teriakku agak keras Dengan bersamaannya spermaku yang keluar dan menyembur di dalam kemaluan Tante Donna. ? Hemm.. hemm..? suara itu cukup mengagetkanku. Ternyata suaminya yang sedari tadi hanya menonton kini telah bangkit dan melepas kimononya. ? Sekarang giliranku, terima kasih kau telah membangkitkanku kau boleh meninggalkan kami sekarang, ? katanya seraya memberikan segepok uang padaku. Aku segera memakai pakaianku, dan melangkah keluar. Tante Donna mengantarkanku kepintu sambil sambil menghadiahkanku sebuah kecupan kecil, katanya ? Terima kasih yach.. sekarang giliran suamiku, karena ia butuh melihat permainanku Dengan Orang lain sebelum ia melakukannya. ? ? Terima kasih kembali, kalau Tante butuh saya lagi hubungi saya saja, ? jawabku sambil membalas kecupannya dan melangkah keluar. ? Akh.. betapa beruntungnya aku dapat ? order? melayani wanita seperti Tante Donna,? pikirku puas. Ternyata ada juga suami yang rela mengorbankan Istrinya untuk digauli Orang lain untuk memenuhi hasratnya.